Food & Beverage

Sudahkah Anda Menerapkan Contactless Delivery dengan Benar?

Anda pasti sudah mengetahui bahwa selama pandemi COVID-19 ini berlangsung, setiap orang harus terus menjaga kebersihan diri serta meminimalisir kontak fisik satu sama lain. Physical distancing ini adalah salah satu cara paling efektif untuk menekan rantai penyebaran virus. Terapan ini juga banyak memengaruhi bagaimana bisnis beroperasi di masa pandemi seperti ini, salah satunya adalah kemunculan istilah contacless delivery.

Apa Itu Contactless Delivery?

Contactless delivery ini pada dasarnya seperti namanya, adalah pengiriman yang dilakukan tanpa adanya kontak fisik antara si pengantar dan pemesan barang tersebut. Sistem pengiriman ini mulai marak diadaptasi kala himbauan-himbauan tentang kiat menghindari penyebaran virus semakin gencar dilakukan.

Bagaimana cara kerjanya?

Ketika pelanggan memilih opsi contactless delivery, mitra pengantar akan memberi tahu pelanggan jika mereka sudah sampai di lokasi pengantaran. Produk yang dipesan akan diletakkan di pintu rumah atau di tempat yang telah dipilih oleh pelanggan. Mitra pengantar selanjutnya akan menunggu pelanggan untuk mengambil pesanan dengan berdiri sejauh 2 meter dari tempat pengambilan makanan. Pelanggan sangat dianjurkan untuk menggunakan sistem pembayaran digital agar meminimalisir kontak. Namun, jika tidak memungkinkan, pelanggan dapat memasukkan uang ke dalam amplop dan meletakkannya di tempat pengambilan makanan.

Penerapan Contactless Delivery di Sektor F&B

Walau sampai sekarang belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bagaimana virus dapat menyebar melalui produk makanan, namun bukan berarti proses pengirimannya tidak harus dilakukan tanpa kontak. Justru ini tetap penting untuk dilakukan, mengingat virus dapat tinggal beberapa saat di kemasan makanan dan juga dapat tersebar melalui kontak fisik antara pengantar dan pembeli makanan.

Sistem contactless delivery ini juga sudah diadaptasi oleh banyak sekali layanan pesan antar yang ada di Indonesia. Contohnya, jika Anda menggunakan aplikasi Grab & Gojek, Anda sudah dapat memilih sistem contactless delivery ketika memesan makanan. Sebagai produsen makanan, apakah bisnis F&B Anda juga sudah menerapkan protokol contactless delivery dengan benar?

Tips Menerapkan Contactless Delivery di Bisnis F&B Anda

Siapkan Makanan Tanpa Kontak Sama Sekali

Sebelum restoran menerapkan contactless delivery, restoran harus terlebih dahulu mengambil langkah untuk mempersiapkan makanan tanpa kontak. Minta staf restoran Anda untuk tidak menyentuh makanan dengan tangan secara langsung. Sebagai gantinya, gunakan peralatan dapur seperti penjepit dan sarung tangan dalam mengolah makanan. Sediakan pula masker dan jaring rambut untuk menjamin kebersihan makanan. Minta staf untuk tidak membawa barang-barang pribadi ke area dapur, apalagi menyentuhnya selama jam kerja.

Gunakan Kemasan Makanan yang Steril

Pastikan seluruh peralatan dan kemasan makanan sudah disanitasi dan dibeli dalam kondisi baru. Setelah makanan selesai dikemas, berikan segel pada kemasan dan tempelkan label yang menjelaskan bahwa makanan diolah tanpa sentuhan fisik secara langsung. Imbau pelanggan untuk tidak menerima makanan apabila segel tersebut ditemukan rusak.

Beri Opsi Bagi Pelanggan untuk Meminta Contactless Delivery

Jika restoran Anda memiliki aplikasi untuk memesan makanan, tambahkan pilihan “Tinggalkan Makanan di Pintu Rumah”. Anda juga dapat menambahkan kolom komentar untuk menerima permintaan khusus, misalnya tinggalkan makanan di garasi. Berikan instruksi kepada pelanggan bagaimana cara untuk membayar dan mengambil makanan yang sudah dipesan. Jika Anda menerima pesanan melalui aplikasi GoFood dan GrabFood, kedua aplikasi tersebut sudah menyediakan pilihan contactless delivery dan instruksi bagi pengguna.

Pastikan Pengantar & Transportasi yang Digunakan Memenuhi Protokol Kesehatan

Jika Anda menyediakan jasa pengantaran secara mandiri, pastikan staf yang mengantar makanan telah mencuci tangan, menggunakan masker, dan menggunakan sarung tangan selama jam kerja. Setelah mengantar makanan, staf pengantar harus berdiri minimal sejauh 2 meter dari lokasi pengambilan makanan yang sudah ditentukan oleh pelanggan. Bersihkan kotak pada kendaraan maupun tas makanan yang digunakan untuk menaruh makanan dengan cairan disinfektan setiap 4 jam. Periksakan kesehatan staf Anda secara rutin. Jika staf menunjukkan gejala sakit, segera anjurkan staf pulang dan melakukan isolasi mandiri. Jika sakit berlanjut, anjurkan staf untuk segera mengunjungi klinik atau rumah sakit terdekat. Minta surat keterangan bebas COVID-19 sebelum menerima staf untuk kembali bekerja.

Anjurkan Pelanggan untuk Melakukan Transaksi Non-Tunai

Saat ini sudah tersedia banyak pilihan pembayaran digital. Minta pelanggan untuk memanfaatkan layanan transfer atau aplikasi dompet digital untuk menghindari kontak fisik. Jika pilihan tersebut tidak memungkinkan, minta pelanggan untuk meletakkan uang di dalam amplop dan beri tahu staf pengantar untuk mengambil uang tersebut setelah pelanggan masuk kembali ke rumah. Pastikan staf pengantar sudah memeriksa uang pembayaran sebelum menyelesaikan pesanan.

Cantumkan Nomor Layanan Pelanggan pada Kemasan Makanan

Pastikan Anda menyertakan kartu nama atau nomor layanan pelanggan saat mengirim makanan. Cantumkan juga langkah-langkah yang harus diambil oleh pelanggan jika ingin menyampaikan komplain. Selain kritik, Anda juga dapat mendorong pelanggan untuk memberikan tips kepada staf dapur dan staf pengantar Anda yang telah bekerja keras untuk memastikan makanan sampai ke tangan pelanggan dengan aman.

Informasikan Layanan Contactless Delivery kepada Pelanggan

Beritahukan pelanggan Anda mengenai layanan contactless delivery ini melalui Whatsapp, email, dan media sosial. Tunjukkan langkah apa saja yang sudah Anda ambil untuk dalam menjaga kebersihan makanan dan kesehatan pelanggan. Cantumkan juga penjelasan tentang cara memilih contactless delivery pada aplikasi, penjelasan tentang cara pembayaran dan pengambilan makanan.

Itu dia tips menerapkan contactless delivery yang dapat Anda terapkan. Mengingat akan ada sangat banyak persiapan yang perlu dilakukan, pastikan seluruh langkah sudah dilakukan dengan benar menggunakan aplikasi checklist seperti Nimbly. Hasil laporan pemeriksaan akan langsung masuk ke email Anda. Jika terdapat masalah yang ditemukan, Anda juga dapat langsung menerima notifikasi dan menugaskan staf Anda di outlet untuk segera menyelesaikannya.

Gunakan checklist di bawah ini untuk memastikan sistem takeaway & delivery bisnis F&B Anda sudah siap untuk memberikan kualitas layanan terbaik bagi pelanggan.

Klik Gambar untuk Melihat & Mengunduh Checklist

Related Articles

Food & Beverage

4 Praktik Terbaik untuk Bisnis FnB Selama New Normal [Infographic]

New normal bukan berarti bebas atau kembali seperti sebelum adanya penyebaran virus corona. Justru, pada era kenormalan baru ini, kita harus tetap be...



Food & Beverage

7 Tips Memaksimalkan Layanan Takeaway dan Delivery

Bukan hal yang baru memang bagi restoran untuk memiliki sistem layanan takeaway dan delivery. Apalagi saat ini layanan antar sudah didukung dengan ke...



General

Tetap Terhubung dengan Konsumen Selama Pandemi

Walau Anda harus menutup outlet sementara dan harus melakukan sebagian besar bahkan seluruh pekerjaan bisnis atau usaha Anda dari rumah, pastikan aga...



whatsapp-icon