{"id":409,"date":"2019-12-18T03:45:00","date_gmt":"2019-12-17T20:45:00","guid":{"rendered":"http:\/\/hellonimbly.home.blog\/?p=409"},"modified":"2021-07-09T20:05:32","modified_gmt":"2021-07-09T13:05:32","slug":"pentingnya-standardisasi-dalam-bisnis-franchise","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hellonimbly.com\/th\/pentingnya-standardisasi-dalam-bisnis-franchise\/","title":{"rendered":"Pentingnya Standardisasi dalam Bisnis Franchise"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Terdapat banyak sekali macam model dan konsep berbisnis, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Salah satu model bisnis yang tingkat keuntungannya cukup tinggi adalah bisnis <em>franchise<\/em> atau waralaba. Bisnis <em>franchise<\/em> itu sendiri adalah metode pembukaan bisnis dengan lisensi dan merek dagang yang sudah ada, seperti 7-eleven dan McDonalds misalnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengapa harus <em>franchise<\/em>?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Membuka <em>franchise<\/em> berarti memperluas jaringan <em>brand<\/em> tersebut. Jika Anda memiliki bisnis ini dan ada orang lain yang tertarik, pembukaan <em>franchise<\/em> tersebut akan didanai oleh pihak ketiga. Dengan begitu, Anda tidak perlu susah-susah mengeluarkan uang untuk membangun atau membuka cabang baru. Dalam artian, bisnis akan lebih cepat berkembang dengan modal yang tidak terlalu besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengawasan bisnis <em>franchise<\/em> juga dinilai lebih mudah karena tanggung jawab ada pada masing-masing pemilik <em>franchise<\/em>. Jauh lebih sederhana ketimbang pemilik bisnis harus memperkerjakan seseorang untuk jadi <em>supervisor<\/em> cabang bisnis miliknya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, tidak menutup kemungkinan juga jika <em>supervisor<\/em> tersebut akan <em>resign<\/em> suatu saat nanti. Lain halnya jika si <em>supervisor<\/em> tersebut adalah si pembuka <em>franchise<\/em> itu sendiri, tentu mereka tidak akan menyia-nyiakan uang yang telah mereka investasikan untuk membangun <em>franchise<\/em> tersebut. Komitmen mereka untuk mengembangkan <em>franchise<\/em> tersebut juga tentu akan lebih besar dan lebih termotivasi dalam menjalankan pekerjaan manajerial <em>franchise<\/em>. Risiko yang dikeluarkan untuk bisnis <em>franchise<\/em> juga lebih minim. Hal ini karena manajemen bisnis <em>franchise<\/em> biasanya sudah memiliki sistem yang sudah tertata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbicara tentang risiko, tentu erat kaitannya dengan standardisasi yang harus dimiliki oleh setiap cabang <em>franchise<\/em>. Jika seorang pemilik bisnis ingin usahanya dapat bertahan lama, maka dia wajib <a href=\"https:\/\/hellonimbly.com\/blog\/post\/5-solusi-praktis-dalam-mengelola-beberapa-cabang-bisnis\">memperhatikan standar operasional<\/a> untuk semua <em>franchise<\/em> agar bisnis juga konsisten dan tidak mudah goyah.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/hellonimblyhome.files.wordpress.com\/2019\/12\/6.-pentingnya-standarisasi-dalam-bisnis-franchise.jpg?w=1024\" alt=\"\" class=\"wp-image-410\" \/><figcaption>Sumber: <a href=\"https:\/\/images.app.goo.gl\/MjtjmTJMwYameR6P6\">Wikimedia Commons<\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pentingnya Standar Operasional dalam Bisnis Franchise<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bayangkan jika Anda adalah pemilik dari suatu bisnis restoran dengan beberapa cabang <em>franchise<\/em>. Salah satu cabang <em>franchise<\/em> restoran Anda terkenal dengan pelayanan yang <em>jutek<\/em> dan tidak ramah kepada pembeli. Hal ini nantinya pasti akan mempengaruhi cabang lain dan <em>brand image<\/em> restoran Anda secara keseluruhan. Walaupun ini hanya terjadi di salah satu cabang, tapi lama-kelamaan orang akan urung niat untuk pergi ke restoran Anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh sebab itu, Anda perlu memperhatikan konsistensi dalam menjalankan standar operasional jaringan bisnis. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan agar <em>franchise<\/em> anda bisa memberikan produk dan layanan yang konsisten:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Menerapkan <em>guidelines<\/em> atau aturan untuk beberapa aspek di seluruh cabang <em>franchise<\/em>, terutama dalam bidang <em>customer service<\/em>, kebersihan, serta <em>marketing.<\/em><\/li><li>Maksimalkan<em> training<\/em> untuk pemilik <em>franchise<\/em> maupun karyawan agar hasilnya juga maksimal.<\/li><li>Jaga komunikasi. Masalah komunikasi sering terjadi di antara pemilik <em>franchise<\/em> dengan cabang tertentu. Sehingga, kunjungan rutin untuk sekedar berkomunikasi menjadi sangat penting.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Aplikasi dalam Manajemen Standar Operasional<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentunya sulit bagi Anda untuk memastikan setiap <em>franchisee <\/em>beroperasi sesuai standar perusahaan Anda, terlebih jika Anda sudah memiliki banyak cabang. Jika Anda merasa bahwa menjaga standar operasional adalah sebuah hal yang sulit, Anda tidak perlu khawatir. Terdapat satu aplikasi yang bisa membantu Anda mengubah proses pengawasan <em>franchise<\/em> tradisional menjadi lebih praktis dan modern, yaitu Nimbly Technologies.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu fitur istimewa <a href=\"https:\/\/hellonimbly.com\">Nimbly Technologies<\/a> adalah membawa manajemen organisasi, dari data <em>checklist <\/em>manual menjadi informasi <em>real-time<\/em>. Anda hanya perlu mengirimkan kuesioner audit operasional ke setiap cabang dan ketahui kondisi setiap cabang hanya dalam satu aplikasi, kapan saja dan di mana saja. Sehingga, Anda tidak perlu susah payah mengunjungi cabang <em>franchise<\/em> satu per satu jika ingin mengecek implementasi SOP mereka. Koordinasi masalah di lapangan juga dapat dilakukan lewat aplikasi ini. Artinya, semua proses operasional perusahaan yang semula manual, bisa dipantau secara <em>digital<\/em> dan dapat langsung di <em>follow-up<\/em> secara <em>live<\/em>. Praktis, bukan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam mengelola bisnis <em>franchise<\/em>, menjaga standar operasional adalah sebuah hal penting. Jika bisnis <em>franchise<\/em> Anda sudah berkembang cukup banyak, Anda bisa manfaatkan aplikasi untuk membantu melakukan supervisi hal tersebut. Kemajuan teknologi membuat segalanya menjadi lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsultasikan manajemen operasional bisnis Anda gratis dengan tim Nimbly.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-large\"><a href=\"https:\/\/hellonimbly.com\/?utm_source=Blog_StandardisasiFranchise&amp;utm_medium=CTA_InspectionCoverage&amp;utm_campaign=ProductEducation#request-demo\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/hellonimblyhome.files.wordpress.com\/2021\/01\/2.-product-edu_cta-inspection-coverage-14.png?w=1024\" alt=\"\" class=\"wp-image-1842\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terdapat banyak sekali macam model dan konsep berbisnis, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Salah satu model bisnis yang tingkat keuntungannya cukup tinggi adalah bisnis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":205847466,"featured_media":412,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_crdt_document":"","_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"_wpas_customize_per_network":false},"categories":[1],"tags":[2069,2265],"class_list":["post-409","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-general","tag-franchise","tag-standarisasi-bisnis"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/hellonimbly.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/nimbly-15.jpg?fit=5992%2C1253&ssl=1","jetpack_likes_enabled":false,"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd19a7-6B","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hellonimbly.com\/th\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/409","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hellonimbly.com\/th\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hellonimbly.com\/th\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hellonimbly.com\/th\/wp-json\/wp\/v2\/users\/205847466"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hellonimbly.com\/th\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=409"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hellonimbly.com\/th\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/409\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2823,"href":"https:\/\/hellonimbly.com\/th\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/409\/revisions\/2823"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hellonimbly.com\/th\/wp-json\/wp\/v2\/media\/412"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hellonimbly.com\/th\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=409"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hellonimbly.com\/th\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=409"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hellonimbly.com\/th\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=409"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}