Wujudkan Sustainable Agriculture dengan Self-Audit

November 27, 2019

Populasi manusia di bumi terus meningkat pesat, dan bersamaan dengan penambahan jumlah tersebut kebutuhan atas sumber daya juga terus berkembang. Menurut Huffpost, "populasi global akan mencapai 9 miliar orang pada tahun 2050 dengan kebutuhan produksi pangan meningkat sebesar 70% untuk memenuhi permintaan populasi yang berkembang pesat."

Dengan kemajuan teknologi dan praktik pertanian untuk menghasilkan, memanen, mengemas, mengolah, dan mendistribusikan makanan di seluruh dunia, kita saat ini dapat mendukung pertumbuhan populasi dan menghasilkan lebih dari cukup makanan untuk memberi makan dunia. Meskipun hal tersebut adalah kabar baik bagi petani dan peternak, peningkatan kebutuhan ini juga memunculkan kekhawatiran karena tingginya kebutuhan tersebut tidak diimbangi dengan jumlah sumber daya alam yang tersisa. Terutama bagi Indonesia yang merupakan negara agraris yang sebagian dari penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan.

Saat ini ada begitu banyak praktik pertanian yang berdampak langsung pada banyak masalah global, seperti produksi monokultur, pembakaran hutan, serta penggunaan pestisida dan pupuk berlebihan. Eksploitasi sumber daya alam yang tidak bertanggung jawab ini berdampak buruk bagi keseimbangan lingkungan, kesehatan tubuh kita, seperti erosi tanah, deforestasi, dan perubahan iklim. Untuk itu, sangat penting bagi industri pertanian untuk mengubah praktik agrikulturnya ke arah sustainable agriculture atau pertanian berkelanjutan.

Sustainable agriculture adalah praktik pertanian yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan tekstil masyarakat saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Sustainable agriculture mengintegrasi tiga tujuan utama, yaitu lingkungan yang sehat, profitabilitas ekonomi, dan keadilan sosial ekonomi. Setiap pihak yang terlibat dalam sistem pangan—petani, pengolah makanan, distributor, retailer, konsumen, dan pengolah limbah—dapat mengambil peran dalam memastikan sistem pertanian berkelanjutan ini.

Bagaimana cara menerapkan sustainable agriculture?

Untuk mengidentifikasi risiko dan mengevaluasi praktik sustainable agriculture dalam bisnis pertanian Anda, Anda dapat menggunakan sistem self-audit atau audit internal. Audit ini seringkali menjadi persyaratan sertifikasi tahunan Good Agricultural Practices (GAP). Selain memastikan praktik pertanian berkelanjutan, audit internal ini juga dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi operasional bisnis Anda.

Bagaimana cara melakukan self-audit?

Buat checklist atau daftar periksa. Untuk memulai proses self-audit, Anda dapat menggunakan checklist yang telah ditetapkan oleh lembaga sertifikasi GAP yang dapat dengan mudah ditemukan di situs web mereka.

Lakukan audit lapangan. Saat Anda melakukan audit, pastikan Anda memeriksa secara menyeluruh dan menjawab pertanyaan dengan jujur. Catat informasi jika Anda menemukan masalah atau pelanggaran GAP pada saat pemeriksaan praktik pertanian Anda. Jangan lupa untuk membubuhkan tanda tangan dan tanggal dibuatnya laporan audit.

Susun rencana tindakan korektif. Jika Anda menemukan masalah atau pelanggaran GAP pada saat melakukan pemeriksaan, segera buat rancangan tindakan korektif. Ketahui masalah yang terjadi dan komunikasikan masalah tersebut dengan tim yang bersangkutan. Setelah Anda mengetahui penyebab masalah tersebut, buat rencana penyelesaian masalah dan bagikan kepada tim.

Lakukan monitoring dan audit kedua. Pastikan rancangan tindakan korektif yang telah Anda buat diterapkan dengan benar dan tepat waktu. Untuk itu, perlu dilakukan audit lanjutan untuk memastikan jika masalah tersebut sudah benar-benar diselesaikan. Tanpa adanya penerapan tindakan korektif, proses audit yang dilakukan akan menjadi sia-sia.

Tantangan implementasi self-audit dalam industri pertanian

Saat ini, kita sudah dapat menemukan beberapa perusahaan melakukan self-audit dalam praktik agrikulturnya. Namun, self-audit tersebut masih dilakukan menggunakan sistem pen & paper. Hal ini tentunya memakan waktu lama dan sulit untuk dijamin validitasnya. Dengan audit manual, perusahaan membutuhkan beberapa hari bahkan minggu untuk menyelesaikan dan mendistribusikan laporan audit. Ketika laporan ini sampai di tangan manajerial, isu kecil sudah berkembang menjadi masalah yang besar. Belum lagi ditambah waktu distribusi tindakan korektif dari manajer ke tim di lapangan.

Hal ini dapat diatasi dengan menggunakan sistem audit digital. Dengan audit digital, perputaran laporan audit dan tindakan korektif dari manajer - tim lapangan - kembali ke manajer akan menjadi jauh lebih cepat. Tim di lapangan juga dapat melampirkan foto kondisi di lapangan, sehingga tim manajerial dapat melihat dengan jelas masalah yang terjadi di lapangan. Tim manajerial juga tidak perlu lagi mengompilasi seluruh laporan secara manual, seluruh data sudah dirangkum secara otomatis.

Lalu mengapa banyak industri pertanian masih menggunakan sistem audit manual? Tantangan terbesar yang dihadapi oleh industri ini adalah tidak adanya koneksi internet di daerah perkebunan. Tapi, jangan khawatir kini ada Nimbly yang dapat mengatasi hambatan konektivitas. Nimbly adalah platform audit digital yang dapat digunakan di tempat yang tidak memiliki koneksi internet.

Konsultasikan manajemen operasional agrobisnis Anda gratis dengan tim Nimbly.

About Nimbly

Nimbly transforms manual operations audit processes into app-based checklists for front-line workers to generate reports instantly, centralize insights in real-time, and ensure thorough issue resolution.

Table of Contents

5 Ways to Optimize Operations & Enhance Sustainability in Agriculture

5 Ways to Optimize Operations & Enhance Sustainability in Agriculture - Nimbly Agriculture HVCO -

Read this article in your native language!

Related Articles

April 16, 2021
How to Use Technology to Improve Modern-Day Farmers Resilience
There are various ways of using technology to increase farmers' resilience to compete in the global market. Here are some steps that can be put into practice
July 30, 2021
5 Principles to Follow for Future Farm Leaders
Times are changing, and future agricultural leaders will face more complex challenges. These are five principles that must be adhered to by future farm leaders.
August 9, 2021
How to Carry Out Pest Control Inspection with Integrated Pest Management Method
Pest is one of the factors that can economically impact agriculture. It disrupts the plants’ normal growth as well as reduces the plant yields. Therefore, pest control inspection is important to ensure good growth and yield every year. The Integrated Pest Management method is a great way to control the pest while preserving the environment at the same time. Learn how you can carry out pest control inspection using this method in this article!
No more content to load.

Intelligent workflows for empowered teams.

Gain instant insights for long term success.
Nimbly brings you new opportunities.
© 2021 , Nimbly App Terms of ServicePrivacy Policy
© 2021 , Nimbly App Terms of ServicePrivacy Policy