5 Hal Penting untuk Menerapkan Rencana Pemeriksaan dan Pengujian (RPP) yang baik

3 min read

Memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan adalah sebuah tujuan akhir dari sebuah sistem manajemen kualitas yang telah disiapkan dan di disain oleh perusahaan.

Selain pada saat kita akan mengirimkan sebuah produk ke pelanggan, penjaminan sebuah produk juga seharusnya dilakukan pada saat proses pembuatan produk tersebut.

Tujuannya adalah untuk meminimalisir resiko yang ada pada hasil akhir produk tersebut. It aims to minimize the risk at the end of the product. Jika ada yang menyimpang, diharapkan dapat terdeteksi sekini mungkin.

Inilah yang disebut dengan aktivitas inspeksi, tes, dan pengukuran. Biasanya, dalam sebuah projek, aktivitas-aktivitas ini sudah direncanakan dan ditentukan dalam sebuah dokumen yang disebut Rencana Pemeriksaan dan Pengujian (Inspection and Test Plan / ITP).

Berikut adalah penjelasan yang lebih mendalam tentang Rencana Pemeriksaan dan Pengujian (ITP) dan bagaimana cara membuatnya dengan baik!

Apa itu Rencana Pemeriksaan dan Pengujian (RPP/ITP)?

Rencana Pemeriksaan dan Pengujian (RPP/Inspection and Test Plan / ITP) bisa didefinisikan sebagai salah satu alat dari program Penjaminan Kualitas dalam bentuk sebuah dokumen yang fungsinya adalah untuk mengatur pengontrolan dan Penjaminan Kualitas dari sebuah elemen tertentu pada suatu pembuatan produk.

Dengan kata lain, RPP adalah sebuah “Jembatan” antara Penjaminan Kualitas dan Pengontrolan Kualitas. Maka dari itu, RPP mencakup segala aktivitas mulai dari sebelum realisasi produk, produksi, hingga setelahnya (Contoh: manufaktur, pembuatan, konstruksi, pemasangan).

Hal ini untuk memastikan produk berada pada kualitas yang dapat diterima secara standar dan persyaratan disain. 

Baca juga: Hidup sebagai Manajer Penjaminan Mutu Grup di F&B

Pentingnya Rencana Pengujian dan Pemeriksaan (RPP)

Pada umumnya, fungsi utama RPP adalah untuk menjamin kualitas produk dan menjamin fungsi produk tersebut dapat sesuai dengan persyaratan disain. Selain itu, RPP akan menentukan seberapa banyak Pengujian akan dilakukan untuk mencegah kegagalan sebuah produk.

Hal lain yang membuat RPP ini dibutuhkan adalah karena adanya verifikasi produk yang terbeli yang membuat suatu organisasi harus membuat dan menerapkan Pengujian yang dibutuhkan, agar sesuai dengan persyaratan pembelian.

5 Hal Penting untuk Menerapkan Rencana Pemeriksaan dan Pengujian (RPP) yang baik

Berikut adalah beberapa hal penting yang kami temukan agar Anda dapat membuat Rencana Pengujian dan Pemeriksaan yang baik:

1. Perhatikan dan tentukan alur kerja.

Hal yang harus Anda mengerti adalah Rencana Inspeksi dan Uji (ITP) harus mengikuti urutan pekerjaan yang tercantum dalam Pernyataan Cara Kerja.

Ini akan membantu Anda dalam mengidentifikasi dan menentukan aktivitas mana saja yang akan diuji sebelum lanjut ke langkah yang selanjutnya.

2. Referensi Rencana Pengujian dan Pemeriksaan harus jelas

Perlu Anda ketahui bahwa RPP harus memiliki kolom referensi ke dokumen yang digunakan atau persyaratan yang spesifik.

Pada saat tertentu, pasal atau ayat pada dokumen tertentu perlu disebutkan untuk memberikan sebuah kejelasan.

3. Ketahui tanggung jawab masing-masing pihak.

Pada sebuah pengujian atau verifikasi, ada 3 pihak yang terlibat, yaitu sebagai Kontraktor, Konsultan, dan Klien atau pemberi kerja.

Para pihak yang terlibat harus menentukan tanggung jawab masing-masing berdasarkan kriteria proses pengujian, dan harus diselesaikan sebelum pekerjaan dimulai, hal ini guna untuk menghindari kebingungan dan kompromi.

Proses pengujian harus memiliki kriteria untuk setiap Rencana Pengujian dan Perencanaan, seperti:

  • Pengawasan / Surveillance (S)
  • Eksekusi / Execution (E)
  • Saksi / Witness(W)
  • Titik Tunggu / Hold Point (H)
  • Peninjauan / Review (R), and
  • Arsip / Records (RE)

4. Sistem mengundang klien

Harus ada sebuah sistem untuk mengundang klien agar dapat menyaksikan pengujian. Menghadirkan Klien atau perwakilan dari Klien ke lokasi sangatlah penting, tentunya dengan informasi untuk berkunjung yang jelas dan untuk menandatangani beberapa formulir yang relevan.

5. RPP sebagai lampiran

RPP harus dinyatakan dengan jelas bahwa ini adalah sebagai lampiran untuk semua formulir, lembar pemeriksaan, dan arsip-arsip lainnya yang perlu diselesaikan selama pemeriksaan.

Ceklis Digital sebagai Alat Pendukung Anda dalam Rencana Pengujian dan Pemeriksaan

Dalam RPP menjelaskan kapan harus melaksanakan pemeriksaan dalam prosesnya. Sedangkan ceklis merupakan suatu rincian pemeriksaan untuk memastikan semuanya telah terlaksana.

Walaupun RPP tidak sama dengan Ceklis, keduanya sama-sama dokumen yang sangat penting untuk memastikan bahwa Penjaminan dan pemeriksaan kualitas produk berjalan dengan baik.

Dengan menggunakan Ceklis Digital seperti Nimbly, Anda dapat dengan mudah membuat ceklis Rencana Pengujian dan Pemeriksaan (RPP) sekaligus menghemat kertas yang seharusnya tidak perlu Anda keluarkan.

Reduce your cost and time for Inspection and Test Plan with Nimbly Digital Inspection

Tentang Nimbly

Nimbly mengubah proses audit operasi manual menjadi daftar periksa berbasis aplikasi bagi pekerja untuk menghasilkan laporan secara instan, memusatkan wawasan secara real-time, dan memastikan penyelesaian masalah secara menyeluruh.

Baca article ini dalam bahasa mu

No Fluent Forms Found

Related articles for you

Let's have a chat !

Kantor kami

[email protected]
+62 812 9089 9882
+1 214 736 3470
+66 81 355 7244
+63 950 172 5155
© 2021 – 2022 , Nimbly App